Jumat, 06 Juli 2018

Sering Memakai Celana Legging? Ini Dia Dampak Buruknya!




Salah satu outfit fashion yang sangat digemari oleh wanita adalah celana legging. Celana dengan model yang ketat dan pas di badan ini memang banyak digunakan oleh para wanita untuk berbagai kegiatan, seperti olahraga , bersantai, jalan-jalan, sebagai dalaman rok, dlsb. Umumnya celana yang satu ini memiliki tekstur kain yang tipis dan elastis. Meskipun mampu memberikan kenyamanan saat dipakai serta menunjang penampilan fashion si pemakai, nyatanya menurut pakar kesehatan menggunakannya terlalu sering bisa menyebabkan berbagai resiko kesehatan.


Seperti yang kita ketahui, modelnya yang ketat di tubuh membuat permukaan kulit paha dan sekitarnya menjadi tidak bernafas dengan bebas. Padahal kulit perlu sirkulasi udara yang baik lewat pori-pori bahan pakaian yang dikenakan. Meskipun beberapa pemakai celana ketat ini merasa nyaman-nyaman saja saat mengenakannya untuk berbagai aktivitas, sebaiknya kita tidak menutup mata mengenai resiko kesehatan yang menyerang jika terlalu sering mengenakannya.

Baca Juga :


Tips Memilih Sepatu Boots yang Sesuai dengan Bentuk Kaki

Karena seperti kata orang kebanyakan, sehat itu mahal. Karena jika kita sampai sakit, uang berapapun akan habis untuk biaya pengobatan. Beberapa resiko kesehatan akibat pemakaian celana ketat yang terlalu sering perlu Anda ketahui agar lebih waspada, diantaranya sebagai berikut :

  1. Sirkulasi udara tidak lancar dan menimbulkan penyumbatan
Mengenakan celana ketat akan membuat sirkulasi udara terhambat sehingga menyebabkan penyumbatan. Hal ini karena pembuluh darah terutama di bagian selangkangan, paha, serta organ di sekitarnya mengalami tekanan. Sirkulasi yang terhambat di bagian kaki biasanya sering disebut dengan varises. Akibat yang ditimbulkan, antara lain darah yang membeku hingga menimbulkan pembengkakan.

  1. Pemicu terjadinya kemandulan
Pemakaian celana ketat dalam jangka waktu yang panjang bisa menyebabkan gangguan pada sistem reproduksi hingga mengalami kemandulan. Hal ini karena jamur yang tumbuh di sekitar area organ intim atau organ reproduksi kemudian berpengaruh pada produktivitas sel telur yang menyebabkan kemandulan. Tidak hanya itu saja, pada beberapa kasus juga bisa menyebabkan terjadinya gatal-gatal, flek, keputihan, hingga terjadinya iritasi pada area vagina.

  1. Mengalami masalah saraf
Selain memicu terjadinya kemandulan, celana ketat akan juga bisa menyebabkan penyakit neuritis, yang mana berasal dari saraf pada bagian paha luar atau disebut juga dengan sindrom Bernhardt. Tak jarang pemakaiannya juga mengalami nyeri hingga kesemutan bahkan mati rasa.

  1. Merusak kulit
Celana yang ketat akan menyebabkan kulit dan kain celana bersinggungan atau bergesekan secara langsung. Sehingga bisa membuat kulit mengalami iritasi serius, seperti infeksi kulit, hingga muncul ruam-ruam pada kulit. Biasanya infeksi terjadi di area sekitar paha, terlebih jika bahan celana terbuat dari bahan yang kasar.

  1. Infeksi saluran kemih
Menggunakan celana ketat juga akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih. Jika hal itu terjadi, maka kandung kemih akan lebih aktif atau mengalami kelemahan.

  1. Menimbulkan iritasi dan jamur
Penggunaan celana ketat dengan Iklim di Indonesia yang tropis akan menyebabkan iritasi, lembab, hingga muncul jamur. Keringat yang banyak tersebut membuat jamur lebih mudah berkembang. Biasanya akan menyebabkan gatal-gatal pada kulit. Adapun jamur yang sering muncul, seperti jamur kurap, jamur kandida, serta jamur panu. Selain itu, karena keringat yang terjebak karena ketatnya celana yang digunakan juga bisa menyebabkan timbulnya jerawat pantat.

  1. Menyebabkan perut kembung
Tekanan dari celana legging yang terlalu kuat dan ketat ternyata bisa mengganggu saluran pencernaan. Akibatnya memicu masalah pencernaan, seperti perut kembung dan mulas-mulas.

Artikel Terkait

Sering Memakai Celana Legging? Ini Dia Dampak Buruknya!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email